Komunitas PIJAR merupakan Komunitas Gemar Membaca.
Konsep Komunitas Gemar Membaca ini sudah terkonsep sejak tahun 2012 yang dahulunya bernama Taman Bacaan NTB (2012–2015) dan digantikan oleh Studio Management/Studio Baca (2015–2017). Kedua komunitas tersebut sebelumnya hadir atas kegelisahan pendiri akibat kurangnya taman bacaan untuk anak-anak di NTB.
Namun, Komunitas PIJAR tidak hanya bergerak di bidang taman bacaan saja, melainkan menjadikan bacaan untuk anak-anak sebagai sumber inspirasi bagi mereka, sehingga setelah membaca anak-anak akan menghasilkan sebuah karya, berupa tulisan, kerajinan tangan, video dan karya lainnya.
Berawal dari Taman Bacaan Perigi
Nah, ini taman bacaan pertama yang didirikan hingga kini menjadi cikal bakal Komunitas PIJAR. Namanya, Taman Bacaan Perigi. TB Perigi merupakan binaan Taman Bacaan NTB yang kini beberapa bukunya merupakan bantuan dari Taman Bacaan Pelangi.
Pada tahun 2011, Mifta berkunjung ke Perigi bersama rekannya, Azhar Zaini atau Mas Aan, untuk mengadakan kegiatan tahunan Galang Anak Semesta (GAGAS). Kegiatan tersebut dirangkaikan dalam kegiatan Jambore Anak Bangsa di Perigi. Saat melihat keadaan di sana, Mifta berharap dapat kembali lagi dan membantu masyarakat, khususnya dengan membentuk taman bacaan.
Perigi sendiri merupakan sebuah desa yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani. Pada saat itu, desa ini dipandang masih membutuhkan dukungan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak. Persoalan pernikahan usia muda juga menjadi perhatian sehingga diperlukan pendidikan yang mendorong masyarakat untuk memahami pentingnya perlindungan dan masa depan anak-anak.
Setelah pulang dari kegiatan Parlemen Muda Indonesia, Mifta membuat salah satu lokasi taman bacaan di Perigi, Lombok Timur, NTB, dengan bantuan dari Taman Bacaan Pelangi.